Slawi, 21 September 2022 — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tegal menjadi narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Dukuhwringin, Kecamatan Slawi. Kegiatan ini menghadirkan tiga pustakawan, yakni Moh. Amin, S.I.Pust., Helyn Widya Tanti, A.Md., dan Utami Nur Oktarini, A.Md.
Sosialisasi yang berlangsung di Pendopo Desa Dukuhwringin ini dipelopori oleh Pengurus PKK Desa Dukuhwringin yang diketuai oleh Ibu Hj. Roheni Arsih, serta diikuti oleh Ketua RW, Ketua RT, dan ibu-ibu PKK.
Dalam sambutannya, Ibu Hj. Roheni Arsih menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang peran TBM sekaligus menumbuhkan minat baca warga desa, khususnya anak-anak.
“Melalui sosialisasi ini kami ingin menggali lebih dalam tentang Taman Bacaan Masyarakat dan menumbuhkan kembali minat baca warga, terutama anak-anak sebagai generasi penerus. Di tengah pesatnya perkembangan gawai, budaya membaca buku harus tetap kita jaga,” ujarnya.
Pada sesi pertama, Moh. Amin selaku narasumber menyampaikan materi mengenai pengertian Taman Bacaan Masyarakat, tujuan pendiriannya, serta fungsi dan peran TBM dalam meningkatkan budaya literasi masyarakat.
“TBM bukan hanya tempat membaca, tetapi juga ruang belajar dan ruang interaksi sosial yang dapat mendorong masyarakat untuk terus belajar sepanjang hayat,” jelas Moh. Amin.
Sesi kedua diisi dengan diskusi dan tanya jawab bersama Helyn Widya Tanti dan Utami Nur Oktarini. Berbagai pertanyaan diajukan peserta, mulai dari cara mendirikan TBM, prosedur menjadi anggota Perpustakaan Daerah Kabupaten Tegal, mekanisme peminjaman buku, hingga pengelolaan perpustakaan di lingkungan RW.
Menanggapi hal tersebut, Helyn Widya Tanti menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu ragu untuk memulai.
“Pengelolaan TBM bisa dimulai secara sederhana. Yang terpenting adalah komitmen bersama dan keberlanjutan kegiatan literasi di lingkungan masing-masing,” tuturnya.
Sementara itu, Utami Nur Oktarini berharap masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas perpustakaan daerah.
“Kami sangat terbuka jika masyarakat ingin berkunjung ke perpustakaan daerah untuk belajar lebih jauh tentang pengelolaan perpustakaan dan layanan literasi,” katanya.
Kegiatan sosialisasi ditutup dengan foto bersama antara pengurus PKK, peserta, dan narasumber. Antusiasme peserta terlihat jelas, dengan harapan Taman Bacaan Masyarakat di Desa Dukuhwringin dapat segera didirikan sebagai sarana peningkatan literasi dan kecerdasan masyarakat.


