Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tegal, Hari Nugroho, S.T., mendampingi kegiatan Monitoring dan Evaluasi hibah buku TPBIS di Perpustakaan Kelurahan Slawi Kulon.

 

Slawi, 4 Februari 2026 – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tegal melalui Bidang Perpustakaan melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) terhadap pemanfaatan hibah buku bacaan bermutu dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) yang dilaksanakan pada tahun 2025.

Hibah buku bacaan bermutu tersebut telah disalurkan kepada 30 Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dan perpustakaan desa, serta 4 puskesmas yang tersebar di wilayah Kabupaten Tegal. Monev dilaksanakan selama dua hari, yakni Selasa–Rabu, 3–4 Februari 2026, dengan melibatkan lima tim yang ditugaskan sesuai jadwal dan wilayah masing-masing.

Pada pelaksanaan monev hari pertama, kegiatan turut didampingi oleh Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tegal, Bapak Hari Nugroho, S.T., serta Kepala Bidang Perpustakaan, Ibu Sri Handayani, S.Sos.

Hibah Buku TPBIS Dorong Akses Bacaan Bermutu

Tim pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tegal melakukan pendataan penerima hibah buku bacaan bermutu dalam rangka perhitungan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) di TBM Gripin Pangkah. 

 

Program TPBIS bertujuan untuk memperluas akses masyarakat terhadap bacaan bermutu serta mendorong peningkatan literasi melalui pendekatan inklusi sosial. Dalam program ini, TBM dan perpustakaan desa menerima masing-masing 1.000 judul/eksemplar buku bacaan anak, sedangkan perpustakaan puskesmas menerima 100 judul/eksemplar buku dengan beragam tema bacaan, termasuk kesehatan.

Salah satu penerima manfaat hibah buku tersebut adalah Puskesmas Kedungbanteng. Berdasarkan hasil monitoring, fasilitas pojok baca yang diberi nama “Pondok Baca” telah dimanfaatkan oleh pasien yang sedang menunggu antrean pelayanan.

Kepala Puskesmas Kedungbanteng, Bapak Muhtamar, S.Kep.Ns., M.K.M., menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan sosialisasi agar fasilitas baca dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Kami arahkan pasien yang sedang menunggu giliran untuk membaca buku. Ada yang meminjam untuk dibawa pulang dan ada juga yang membaca di tempat. Namun, sejauh ini yang paling tertarik memanfaatkan fasilitas baca adalah usia muda atau usia produktif,” ujar Muhtamar.

Pendataan IPLM untuk Peningkatan Literasi Masyarakat

Tim pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tegal melakukan pendataan penerima hibah buku bacaan bermutu dalam rangka perhitungan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) di Perpustakaan Lapas IIB Slawi.

 

Selain melakukan monitoring dan evaluasi, tim pustakawan juga melaksanakan pendataan pada setiap penerima bantuan hibah buku. Pendataan ini bertujuan untuk menghitung Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) sebagai indikator capaian pembangunan literasi di Kabupaten Tegal.

Melalui kegiatan monev ini, diharapkan keberadaan pojok baca dan koleksi bacaan bermutu dapat semakin mendekatkan masyarakat dengan sumber literasi. Pada akhirnya, program ini diharapkan mampu meningkatkan Tingkat Gemar Membaca (TGM) serta angka IPLM Kabupaten Tegal, sejalan dengan upaya pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan.