Slawi, 6 Maret 2026, Merespon kebutuhan ruang baca masyarakat yang representatif di akhir pekan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kabupaten Tegal menggandeng komunitas pegiat literasi menggagas layanan Perpustakaan Daerah Soekarno-Hatta (Soetta) buka di akhir pekan.
Hal ini mengemuka saat berlangsung acara Temu Inspirasi Literasi dan Buka Bersama forum komunikasi relawan pegiat literasi dengan pustakawan Disperpusip Kabupaten Tegal di Gedung Perpustakaan Daerah Soetta, Jumat (06/03/2026) sore.
Plt Kepala Disperpusip Kabupaten Tegal Hari Nugroho menyampaikan apresiasinya kepada relawan pegiat literasi dalam upayanya meningkatkan budaya gemar membaca di masyarakat, termasuk merespon kebutuhan publik akan jam buka layanan Perpustakaan Soetta pada akhir pekan.
Keterbatasan tenaga pustakawan Disperspusip menjadi salah satu kendala pihaknya membuka layanan perpustakaan daerah buka di akhir pekan.
“Antusiasme pemustaka yang berkunjung ke Perpustakaan (Soetta) kita ini cukup baik, apalagi ini gedung baru. Akan tetapi, permintaan mereka agar kita bisa buka di malam Minggu dan hari Minggu untuk melayani pemustaka dari kalangan pekerja dan keluarga juga tidak kalah banyaknya,” ungkap Hari.
Pihaknya pun menawarkan opsi kepada 20 orang relawan, perwakilan dari 12 komunitas pegiat literasi yang hadir untuk mengisi kekosongan petugas jaga di akhir pekan secara bergiliran, mengingat masing-masing komunitas memiliki pengurus dan anggota yang tidak sedikit. Mereka juga bisa memanfaatkan fasilitas yang ada untuk kegiatan launching dan bedah buku, pelatihan menulis hingga gathering.
Tawaran ini pun direspon baik pengurus komunitas seperti Tegal Book Party, Relawan Gesit Tegal, hingga Forum Lingkar Pena yang secara sukarela bersedia mengerahkan tenaga relawannya membantu Perpustakaan Soetta buka di akhir pekan. Terlebih, kegiatan mereka banyak dilakukan di akhir pekan, sehingga ini sejalan dengan aktivitas anggota relawan literasi.
“Kami siap untuk membantu apabila memang perpustakaan ini bisa membuka di hari weekend, hari Sabtu atau Minggu. InsyaAllah kami berkenan,“ kata Listiya dari Relawan Gesit Tegal.
Relawan Gesit Tegal sebagai kepanjangan tangan platform crowdfunding KitaBisa.com sendiri memiliki local based community yang khusus bergerak di bidang literasi, yaitu atau Literasi untuk Terangi Anak Bangsa atau Lentera.
Hal yang sama juga disampaikan Khamida, Penggerak Literasi Jawa Tengah yang juga founder Komunitas Penulis Indonesia. Ia menyambut baik ajakan Disperpusip untuk ikut serta membantu perpustakaan daerah buka di akhir pekan secara sukarela.
“Terima kasih sekali atas ajakannya untuk bisa bergabung untuk hari Sabtu dan Minggu, insyaAllah siap sekali untuk ikut membantu secara sukarela,“ ujar Khamida.
Hal senada juga disampaikan Eri Fitniati dari komunitas penulis Forum Lingkar Pena Tegal yang siap mendukung transformasi Perpustakaan Soetta sebagai ruang inklusi sosial melalui aktivitasnya seperti pelatihan menulis untuk anak, launching buku, hingga diskusi karya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perpustakaan Disperpusip Kabupaten Tegal Sri Handayani menyampaikan pihaknya saat ini tengah menggelar aneka lomba literasi seperti Resensi Buku, Video Content, Bertutur dan Bimbingan Kepenulisan yang dapat diikuti kalangan umum, pelajar dan mahasiswa.
“Pada kesempatan ini kami mengajak bapak, ibu termasuk komunitas pegiat literasi binaan Tanoto Foundation karena banyak memiliki jejaring anak sekolah ikut mempromosikan lomba tersebut agar partisipasi dari kalangan pelajar ikut meningkat,” kata Handayani.
Tanoto Foundation sendiri memiliki empat komunitas pegiat literasi binaan, yaitu The Big Book, E-Lit Academy, Kerupuk Sega, dan Lintang Edukasi. (SH/hn)


