Slawi, 18 Juni 2023 — Paradigma tentang perpustakaan saat ini telah mengalami perubahan signifikan. Perpustakaan tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan dan peminjaman buku, tetapi telah berkembang menjadi wahana pembelajaran sepanjang hayat serta pusat pemberdayaan masyarakat. Sejalan dengan hal tersebut, Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) menjadi pendekatan pelayanan perpustakaan yang berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat.
Sebagai salah satu upaya mewujudkan transformasi tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tegal melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pelibatan berbagai elemen lokal. Kali ini, Dinas Perpusip Kabupaten Tegal bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Desa Pecabean Kecamatan Pangkah menyelenggarakan kegiatan “Pelatihan Membuat Nugget Lele” bagi ibu rumah tangga.
Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Minggu, 18 Juni 2023, bertempat di Balai Desa Pecabean, Kecamatan Pangkah. Pelatihan menghadirkan Ibu Dian Silvaningrum, owner Raja Snack Trayeman–Slawi, sebagai narasumber yang memberikan materi dan praktik langsung pembuatan nugget lele yang bernilai ekonomis.
Tujuan Kegiatan
Pelatihan ini bertujuan untuk:
-
Mengenalkan peran dan fungsi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tegal sebagai penyedia berbagai bahan bacaan dan informasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya ibu rumah tangga.
-
Memberikan pemahaman bahwa perpustakaan menyediakan koleksi yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang keterampilan seperti memasak, menjahit, dan kewirausahaan.
-
Meningkatkan kemampuan dan keterampilan ibu rumah tangga agar mampu mengembangkan potensi diri yang berdampak pada peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan keluarga.
Perpustakaan sebagai Pusat Pemberdayaan Masyarakat
Pemberdayaan perpustakaan berbasis inklusi sosial merupakan salah satu solusi strategis untuk meningkatkan kunjungan dan pemanfaatan perpustakaan oleh masyarakat. Dengan memanfaatkan koleksi bahan bacaan dan informasi yang tersedia, masyarakat diharapkan menjadi lebih inovatif, kreatif, dan mandiri.
Dalam konteks ini, pustakawan memiliki peran penting sebagai fasilitator dan penggerak dalam pengembangan program-program perpustakaan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Strategi pengembangan perpustakaan perlu terus dilakukan agar keberadaan perpustakaan benar-benar mampu memberikan manfaat nyata serta berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera lahir dan batin.
Melalui kegiatan pelatihan seperti ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tegal terus berkomitmen menjadikan perpustakaan sebagai ruang belajar, berkreasi, dan berdaya bagi seluruh lapisan masyarakat.


